Firmansyah Romadhoni← Kembali ke galeri

Portfolio detail

Waste Treatment Optimization

Linear Programming untuk keputusan rendah emisi

Model prescriptive analytics untuk merekomendasikan alokasi pengolahan limbah dengan emisi minimum di bawah batasan biaya, kapasitas, lokasi, dan jenis treatment.

Prescriptive AnalyticsLinear ProgrammingPythonPuLPStreamlitSustainabilityOptimization
Buka aplikasi ↗
FR / PortfolioWaste Treatment Optimization

Tentang proyek

Proyek kelompok pada program Magister Manajemen Teknologi ITS ini mengembangkan model optimasi dan aplikasi web untuk membantu industri memilih cara pengolahan limbah yang lebih rendah emisi sekaligus tetap realistis secara operasional.

Model mempertimbangkan emisi dari proses treatment dan transportasi, biaya operasional, anggaran maksimum, kecocokan metode untuk setiap jenis limbah, kapasitas fasilitas, serta jarak dari sumber limbah ke lokasi pengolahan. Pengguna dapat mengunggah data limbah, memasukkan anggaran dan koordinat lokasi, lalu menerima rekomendasi alokasi beserta status solusi optimal atau infeasible.

Sebagai anggota tim analitik, saya terlibat dalam pengembangan studi preskriptif yang menghubungkan problem bisnis, strategi data, formulasi model, benchmarking, dan implementasi aplikasi.

Model design

Dari data limbah menjadi rekomendasi treatment.

Model menghubungkan kebutuhan lingkungan dan batas operasional dalam satu formulasi prescriptive analytics yang transparan.

01 / Input

Data limbah & konteks perusahaan

Jenis dan jumlah limbah, lokasi sumber, anggaran maksimum, metode treatment, faktor emisi, biaya, kapasitas fasilitas, dan koordinat lokasi pengolahan.

  • 20 variabel data
  • Limbah padat B3 & non-B3
  • Lokasi fasilitas di Pulau Jawa
02 / Objective

Meminimalkan total emisi CO₂

Objective function menghitung emisi dari proses pengolahan sekaligus transportasi limbah dari lokasi sumber menuju fasilitas treatment.

  • Treatment emission
  • Transport emission
  • Waste allocation
03 / Constraints

Menjaga solusi tetap realistis

Model hanya memilih alokasi yang memenuhi anggaran, kapasitas fasilitas, kecocokan treatment per jenis limbah, dan ketersediaan lokasi pengolahan.

  • Budget limit
  • Facility capacity
  • Treatment compatibility
  • Facility location
04 / Output

Rekomendasi alokasi operasional

Sistem menampilkan status solusi, total emisi, total biaya, serta alokasi setiap jenis limbah ke metode dan fasilitas pengolahan yang direkomendasikan.

  • Optimal / infeasible status
  • Total cost & emission
  • Detailed allocation

Benchmarking

Tiga pendekatan, satu objective.

Linear Programming dibandingkan dengan greedy dan random menggunakan skenario anggaran maksimum Rp800 juta. Hasil LP memberi emisi paling rendah dengan biaya yang tetap terkendali.

Emisi terendah

Linear Programming

912.990,80 kg CO₂

Rp704.656.430

Biaya terendah

Greedy

916.744,11 kg CO₂

Rp700.881.832

Baseline pembanding

Random

936.527,50 kg CO₂

Rp725.544.300

67Variabel keputusan
20Variabel data
4Lapisan constraint
3Metode benchmarking