Portfolio detail
Store–SKU Opportunity Mapping
Product penetration, distribution gaps & sales expansion
Matriks 7.200 pasangan Store–SKU untuk menemukan 118 white-space candidate dan membangun worklist ekspansi berbasis peer demand, potensi toko, serta product fit.

Tentang proyek
Proyek ini melanjutkan analisis portofolio menuju pertanyaan yang lebih operasional: SKU apa yang belum dibeli suatu toko, tetapi memiliki bukti permintaan yang cukup dari toko pembanding?
Saya membangun cross join 400 toko × 18 SKU, menandai riwayat pembelian, membentuk peer group yang mengecualikan SKU target, lalu menggabungkan performa SKU, adopsi peer, potensi toko, dan product fit ke dalam skor provisional.
Output akhirnya bukan target penjualan otomatis, melainkan worklist kandidat High, Medium, dan Low yang bisa diverifikasi oleh tim distribusi sebelum pilot.
Distribution gap intelligence
Mengubah white space menjadi worklist ekspansi yang bisa diverifikasi.
Proyek lanjutan ini membangun matriks lengkap Store × SKU, mencari produk yang belum dibeli suatu toko, lalu menilai apakah peer demand, potensi toko, product fit, dan bukti jaringan cukup kuat untuk sebuah pilot.
Cross join 400 toko dan 18 SKU sebagai ruang peluang lengkap.
Pasangan tanpa pembelian yang memenuhi minimum evidence.
Kandidat teratas setelah scoring dan threshold berbasis kuantil.
Skenario top-100; belum dikurangi cannibalization dan bukan net incremental revenue.
Analytical workflow
Dari evidence menuju keputusan yang dapat diperiksa.
Setiap tahap menjaga agar output tetap terhubung dengan sumber, asumsi, dan batas penggunaannya.
Build the matrix
Membentuk seluruh kombinasi toko–SKU dan menandai riwayat pembelian serta gap penetrasi.
Peer evidence
Membandingkan toko dengan peer regional, cluster, dan tier kapasitas yang dihitung tanpa SKU target.
Score & explain
Menggabungkan performa SKU, adopsi peer, potensi toko, dan product fit; setiap rekomendasi menyimpan alasan angka.
Pilot worklist
Menyusun prioritas High, Medium, dan Low beserta skenario gross serta pemeriksaan feasibility yang masih diperlukan.
Method note
Feasibility dipisahkan dari desirability
Bobot feasibility distribusi 10% sengaja dikeluarkan karena data listing dan stok tidak tersedia. Karena itu skor bersifat provisional dan kandidat harus diverifikasi sebelum aktivasi.
Selected findings
Angka penting, dengan konteks yang menyertainya.
SYN-06-03 memiliki gap penetrasi terbesar dan muncul pada 59 kandidat pilot.
Median peer adoption pada 100 rekomendasi teratas menunjukkan adanya demand pembanding yang kuat.
Dari top-100, 99 bertahan pada skenario peer-heavy dan 96 pada skenario store-heavy.
SYN-06-03, SYN-05-03, dan SYN-06-02 membentuk fokus awal yang paling terukur.
Analysis gallery
Bukti visual dari pipeline analitik.
Grafik berikut berasal dari notebook dan laporan proyek yang sama, bukan visual dekoratif yang dibuat terpisah.

SKU penetration
Memetakan jumlah toko aktif yang sudah dan belum membeli setiap SKU.

Store–SKU matrix
White space ditampilkan sebagai absensi pembelian, bukan otomatis sebagai peluang.

Priority matrix
Potensi toko dan performa SKU dibaca bersama dengan opportunity score.

Gross scenarios
Rentang konservatif, base, dan optimistis memakai uptake 20%, 40%, dan 60%.
Evidence & resources
Telusuri artefak proyek.
Top-100 adalah hipotesis kerja, bukan target penjualan. Skenario gross memakai median peer revenue dan asumsi uptake; belum memasukkan margin, stock-out, listing, substitution, cannibalization, atau probabilitas pembelian individual.