Firmansyah Romadhoni← Kembali ke portfolio

Portfolio detail

Store–SKU Opportunity Mapping

Product penetration, distribution gaps & sales expansion

Matriks 7.200 pasangan Store–SKU untuk menemukan 118 white-space candidate dan membangun worklist ekspansi berbasis peer demand, potensi toko, serta product fit.

Distribution AnalyticsWhite Space AnalysisStore SKUPeer BenchmarkingPythonSales ExpansionDecision SupportSynthetic Data
Store–SKU Opportunity Mapping

Tentang proyek

Proyek ini melanjutkan analisis portofolio menuju pertanyaan yang lebih operasional: SKU apa yang belum dibeli suatu toko, tetapi memiliki bukti permintaan yang cukup dari toko pembanding?

Saya membangun cross join 400 toko × 18 SKU, menandai riwayat pembelian, membentuk peer group yang mengecualikan SKU target, lalu menggabungkan performa SKU, adopsi peer, potensi toko, dan product fit ke dalam skor provisional.

Output akhirnya bukan target penjualan otomatis, melainkan worklist kandidat High, Medium, dan Low yang bisa diverifikasi oleh tim distribusi sebelum pilot.

Distribution gap intelligence

Mengubah white space menjadi worklist ekspansi yang bisa diverifikasi.

Proyek lanjutan ini membangun matriks lengkap Store × SKU, mencari produk yang belum dibeli suatu toko, lalu menilai apakah peer demand, potensi toko, product fit, dan bukti jaringan cukup kuat untuk sebuah pilot.

7.200Store–SKU pairs

Cross join 400 toko dan 18 SKU sebagai ruang peluang lengkap.

118Kandidat

Pasangan tanpa pembelian yang memenuhi minimum evidence.

21High priority

Kandidat teratas setelah scoring dan threshold berbasis kuantil.

Rp222,2 jtBase gross scenario

Skenario top-100; belum dikurangi cannibalization dan bukan net incremental revenue.

Analytical workflow

Dari evidence menuju keputusan yang dapat diperiksa.

Setiap tahap menjaga agar output tetap terhubung dengan sumber, asumsi, dan batas penggunaannya.

01

Build the matrix

Membentuk seluruh kombinasi toko–SKU dan menandai riwayat pembelian serta gap penetrasi.

02

Peer evidence

Membandingkan toko dengan peer regional, cluster, dan tier kapasitas yang dihitung tanpa SKU target.

03

Score & explain

Menggabungkan performa SKU, adopsi peer, potensi toko, dan product fit; setiap rekomendasi menyimpan alasan angka.

04

Pilot worklist

Menyusun prioritas High, Medium, dan Low beserta skenario gross serta pemeriksaan feasibility yang masih diperlukan.

Method note

Feasibility dipisahkan dari desirability

Bobot feasibility distribusi 10% sengaja dikeluarkan karena data listing dan stok tidak tersedia. Karena itu skor bersifat provisional dan kandidat harus diverifikasi sebelum aktivasi.

(25% SKU + 25% peer + 20% store + 20% fit) ÷ 90%

Selected findings

Angka penting, dengan konteks yang menyertainya.

Minimum penetration85,2%

SYN-06-03 memiliki gap penetrasi terbesar dan muncul pada 59 kandidat pilot.

Peer validation89,5%

Median peer adoption pada 100 rekomendasi teratas menunjukkan adanya demand pembanding yang kuat.

Sensitivity99 / 96

Dari top-100, 99 bertahan pada skenario peer-heavy dan 96 pada skenario store-heavy.

Pilot focus3 SKU

SYN-06-03, SYN-05-03, dan SYN-06-02 membentuk fokus awal yang paling terukur.

Evidence & resources

Telusuri artefak proyek.

Top-100 adalah hipotesis kerja, bukan target penjualan. Skenario gross memakai median peer revenue dan asumsi uptake; belum memasukkan margin, stock-out, listing, substitution, cannibalization, atau probabilitas pembelian individual.

Baca laporan PDF↓Unduh Jupyter notebook↓