Firmansyah Romadhoni← Kembali ke portfolio

Portfolio detail

Cement Retail Product Analytics

SKU performance, sales trends & portfolio optimization

Analisis 99.244 line item untuk membaca performa 18 SKU, tren penjualan, konsentrasi portofolio, penetrasi toko, dan prioritas produk yang dapat ditindaklanjuti.

Product AnalyticsPortfolio OptimizationPythonSales AnalyticsSKU AnalyticsDecision SupportSynthetic Data
Cement Retail Product Analytics

Tentang proyek

Proyek ini membangun product analytics end-to-end untuk portofolio semen ritel sintetis di Jawa Timur pada Q1 2026. Analisis mencakup 68.000 transaksi, 400 toko, 18 SKU, 10 distributor, dan 10 kabupaten/kota.

Fokusnya adalah bergerak dari dashboard deskriptif menuju keputusan: SKU mana yang menjadi penopang, mana yang tumbuh, seberapa terkonsentrasi portofolio, di mana penetration gap berada, dan peluang mana yang layak divalidasi.

Seluruh data bersifat sintetis dan hasilnya diposisikan sebagai demonstrasi metode—bukan laporan performa perusahaan tertentu.

Product portfolio intelligence

Membaca performa SKU tanpa berhenti pada total penjualan.

Analisis ini menghubungkan tren harian, kontribusi SKU, konsentrasi portofolio, penetrasi toko, volatilitas, harga, dan coverage distributor menjadi satu rangkaian keputusan produk.

Rp224,9 MRevenue Q1

Nilai simulasi dari 68.000 transaksi ritel selama 90 hari.

155.006 tonVolume

Setara 3,44 juta bag pada 18 SKU sintetis.

400Toko aktif

Tersebar di 10 kabupaten/kota dan dilayani 10 distributor.

99.244Line item

Lolos rangkaian quality assurance dengan nol duplikasi persis.

Analytical workflow

Dari evidence menuju keputusan yang dapat diperiksa.

Setiap tahap menjaga agar output tetap terhubung dengan sumber, asumsi, dan batas penggunaannya.

01

Data foundation

Memeriksa struktur transaksi, kelengkapan, duplikasi, nilai tidak wajar, dan konsistensi pendapatan sebelum analisis.

02

Portfolio diagnostics

Mengukur tren, mix produk, ABC classification, price–volume pattern, penetrasi, volatilitas, dan konsentrasi kanal.

03

Opportunity scoring

Menggabungkan growth, kontribusi, penetration gap, dan stabilitas ke dalam skor prioritas yang tetap dapat dijelaskan.

04

Decision framing

Menerjemahkan pola menjadi hipotesis pilot, kebutuhan validasi, serta batas interpretasi untuk tim komersial.

Method note

Skor prioritas yang dapat diaudit

Setiap komponen dinormalisasi min–max. Pertumbuhan di-winsorize pada persentil 5 dan 95 agar outlier tidak mendominasi. Bobot adalah asumsi keputusan, bukan model kausal.

30% growth + 25% kontribusi + 25% penetration gap + 20% stabilitas

Selected findings

Angka penting, dengan konteks yang menyertainya.

Momentum portofolio+24,9%

Revenue Maret naik dibanding Februari setelah penurunan tipis 1,2% pada Februari.

Konsentrasi SKU50,9%

Lima SKU teratas membentuk lebih dari separuh revenue; SKU teratas sendiri menyumbang 13,2%.

ABC portfolio11 / 4 / 3

Sebelas SKU kelas A, empat kelas B, dan tiga kelas C membentuk dasar prioritas pengelolaan portofolio.

Peluang utama75,0

SYN-01-01 memperoleh opportunity score tertinggi, tetapi tetap membutuhkan validasi margin, stok, dan pilot.

Evidence & resources

Telusuri artefak proyek.

Seluruh transaksi, toko, SKU, wilayah, dan nilai finansial pada demonstrasi ini bersifat sintetis. Hubungan harga–volume tidak boleh dibaca sebagai elastisitas atau efek promosi; rekomendasi perlu data margin, listing, stok, dan eksperimen lapangan.

Baca laporan PDF↓Unduh Jupyter notebook↓